Senin, 04 November 2013
Ttongsul Miras Berbahan Dasar Kotoran Manusia
Di dunia ini ada berbagai macam minuman keras khas dari berbagai negara. Minuman-minuman ini umumnya terbuat dari bahan dasar anggur atau beras. Di korea ada satu minuman keras yang sangat unik. Tak seperti kebanyakan minuman keras lain di dunia, minuman keras yang yang biasa disebut Ttongsul ini terbuat dari bahan dasar kotoran manusia yang difermentasikan. Minuman ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari epilepsi, patah tulang, hingga luka pada kulit.
Resep dan cara pembuatan Ttongsul dipercaya telah ada sejak dahulu dan berubah-ubah dari waktu ke waktu. Kabarnya sejak tahun 1960-an riwayat pembuatan Ttongsul dipercaya telah berakhir dan tak lagi ada orang yang bisa membuatnya. Namun usaha penelusuran yang dilakukan oleh seorang wartawan VICE berhasil menemukan seorang dokter tradisional Korea yang diklaim sebagai orang terakhir yang mampu membuat Ttongsul. Uniknya Ttongsul buatan pria bernama Lee Chang Soo ini ternyata terbuat dari kotoran manusia.
Sebenarnya Chang Soo pada awalnya menggunakan berbagai jenis kotoran binatang dalam resep Ttongsul buatannya, mulai dari kotoran kelelawar hingga kotoran ayam. Resep ini dipercaya mampu mengatasi masalah pencernaan. Hanya saja seiring perkembangan, ia mulai jarang menggunakan resep ini dan lebih banyak membuat Ttongsul yang berbahan dasar kotoran manusia. Meskipun berbahan dasar kotoran manusia, Chang Soo mengklaim bahwa minumannya ini tidaklah berbau.
Untuk membuat Ttongsul, Chang Soo tidak menggunakan sembarang kotoran. Ia hanya menggunakan kotoran dari anak yang berusia dibawah enam tahun. Kotoran itu kemudian ia campur dengan air dan difermentasikan. Sebelum bisa diminum, minuman ini harus dibiarkan selama beberapa minggu dengan suhu yang tinggi. Lantas bagaimana rasa dari minuman yang memiliki kadar alkohol sembilan persen ini? "Rasanya seperti wine dari beras biasa, namun ketika aku mencoba bernafas, baunya seperti kotoran.", ungkap jurnalis VICE setelah mencobanya.
Saat ini kebanyakan masyarakat Korea tidak mengetahui jika minuman tradisional ini masih ada. Beruntunglah berkat penelusuran dari wartawan VICE ini masyarakat Korea kini bisa mengetahui bahwa minuman yang dipercaya memeiliki banyak manfaat ini belum benar-benar punah. "Aku merasa sedih karena saat ini kotoran manusia sudah tak lagi digunakan sebagai obat," ungkap Dr Chang Soo pada koresponden VICE, seperti dilansir oleh Daily Mail.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.